Tim SPs UNHAS Kaji Potensi Cabai Merah Keriting Universitas Bengkulu untuk Budidaya di Dataran Rendah
BENGKULU, 27 Oktober — Tim pakar Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs UNHAS) melakukan kajian terhadap keunggulan dan potensi komersialisasi dua varietas cabai merah keriting hasil pemuliaan Universitas Bengkulu (UNIB), Nalima dan Dwiguna UNIB, pada 24–27 Oktober 2026. Kajian ini meliputi peninjauan proses pemuliaan, validasi kepada petani penangkar, serta wawancara dengan pedagang benih untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas produk dan peluang pengembangannya di pasar.
Tim dipimpin oleh Dr. Hasmin, S.E., M.Si., bersama Dr. Ariady Arsal yang memiliki kepakaran di bidang pasar dan model bisnis serta Dr. Andi Muliarni Okasa, S.P., sebagai pakar teknis. Tim ini juga melibatkan pakar hukum Dr. Hijrah Adhyanti Mirzana dari Fakultas Hukum UNHAS, Prof. Firman Menne sebagai pakar keuangan, serta Fadel Hirawan, mahasiswa Magister Agribisnis UNHAS.
Rangkaian kajian diawali dengan kunjungan ke rumah kaca (greenhouse) di Kota Bengkulu untuk melihat secara langsung proses pemuliaan cabai yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti, M.S. Pemulia tanaman yang telah berpengalaman puluhan tahun tersebut merupakan mantan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
Penelusuran kemudian berlanjut ke Kabupaten Kepahiang untuk melakukan validasi kepada petani penangkar benih. Tim juga mewawancarai pedagang benih guna memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pasar, praktik penangkaran, dan harga benih yang beredar.
Salah seorang penangkar, Widi, menjelaskan bahwa proses penangkaran benih dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani, baik terhadap benih unggul hibrida F1 maupun benih lokal. Informasi ini menjadi salah satu masukan untuk memahami pilihan benih yang tersedia dan segmen pasar yang dilayani.
Cabai ini dinamakan Nalima dan Dwiguna Unib, yang ditemukan oleh Prof Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti, MS. Pemulia tanaman yang telah berpengalaman puluhan tahun. Mantan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ini mengajak tim pakar melihat proses pemuliaan cabai di Green House yang ada di Kota Bengkulu. Selain memastikan tahapan proses pemuliaan, tim pakar juga melakukan validasi ke petani penangkar di Kabupaten Kepahiang serta melakukan wawancara dengan pedagang benih.
Ketua tim, Dr. Hasmin, menyampaikan optimismenya terhadap peluang pasar benih cabai yang ditemukan selama kunjungan. Menurutnya, upaya Prof. Dwi Wahyuni Ganefianti dalam menghasilkan benih unggul yang dibutuhkan petani patut diapresiasi.
Sementara itu, Dr. Ariady Arsal mengusulkan pengembangan kolaborasi dengan SPs UNHAS melalui uji multilokasi di Sulawesi Selatan. Pengujian tersebut dapat menjadi langkah lanjutan untuk mengevaluasi kinerja varietas dalam kondisi lingkungan dan budidaya yang berbeda sebelum pengembangan komersial lebih jauh. Usulan ini turut didukung oleh Dr. Andi Muliarni Okasa.
Sebagai pemulia tanaman, Prof. Dwi Wahyuni Ganefianti menyambut baik kunjungan tim SPs UNHAS serta menyampaikan apresiasi atas kajian yang dilakukan. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam pengembangan riset dan pengujian varietas.
Dukungan terhadap peluang kerja sama tersebut juga disampaikan Wakil Rektor III Universitas Bengkulu, Prof. Agustin, saat menerima tim SPs UNHAS di Gedung Rektorat Universitas Bengkulu.
Rangkaian kegiatan ini membuka peluang pengembangan kerja sama antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam menghubungkan riset pemuliaan tanaman dengan pengujian lapangan, analisis pasar, dan perencanaan komersialisasi. Melalui pendekatan lintas disiplin, kajian terhadap Nalima dan Dwiguna UNIB diharapkan dapat menjadi landasan bagi langkah pengembangan berikutnya agar hasil riset semakin dekat dengan kebutuhan petani dan dinamika pasar benih.

