
Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin. Foto: MesinKetik / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Universitas Hasanuddin, induk organisasi pendidikan pascasarjana, diresmikan pada 10 September 1956 oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta. Cikal bakal pendidikan pascasarjana baru dimulai 24 tahun kemudian, pada 1980, ketika Rektor Prof. Dr. A. Amiruddin membentuk Panitia Persiapan Pendidikan Pascasarjana yang diketuai Prof. Dr. Ir. Fachrudin.
Panitia bertugas mempersiapkan pembukaan pendidikan Magister (S2) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar perguruan tinggi serta kebutuhan pembangunan regional dan nasional. Dari langkah awal itu, pendidikan pascasarjana Unhas tumbuh menjadi Fakultas Pascasarjana, Program Pascasarjana, hingga kini menjadi Sekolah Pascasarjana.
Universitas Hasanuddin diresmikan oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta, menjadi induk organisasi pendidikan pascasarjana di Unhas.
Rektor Unhas Prof. Dr. A. Amiruddin membentuk Panitia Persiapan Pendidikan Pascasarjana yang diketuai Prof. Dr. Ir. Fachrudin untuk mempersiapkan pembukaan pendidikan Magister (S2).
Melalui SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 325/D/T/1982, Unhas dipercaya membuka pendidikan pascasarjana bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor melalui program Kegiatan Pengumpulan Kredit (KPK). Empat program studi pertama: Sistem-Sistem Pertanian, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Ekonomi Sumberdaya. Pimpinan: Prof. Dr. Ir. Fachrudin, dengan Dr. Sjamsuddin Rasjid, M.Sc. sebagai sekretaris.
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1986, pendidikan pascasarjana Unhas diakui menjadi Fakultas Pascasarjana dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan pada 9 Desember 1986. Bersamaan dengan itu ditandatangani kerja sama dengan IPB untuk Program Doktor (S3) bidang ilmu-ilmu pertanian. Kepemimpinan beralih kepada Dekan Prof. dr. Hardjoeno, sementara Prof. Dr. Ir. Fachrudin diangkat menjadi Rektor Unhas. Pada periode ini Fakultas Pascasarjana meluluskan 5 Magister sebagai alumni pertama.
Menyusul Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No. 30 Tahun 1990, SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0311/O/1991 mengubah kembali Fakultas Pascasarjana menjadi Program Pascasarjana di seluruh universitas dan institut negeri, termasuk Unhas. Pimpinan tetap dijabat Prof. dr. Hardjoeno.
Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo memimpin Program Pascasarjana, dibantu dr. A. Husni Tanra, Ph.D. dan Dr. Syahruddin Kadir, M.Sc.
Prof. dr. A. Husni Tanra, Ph.D. menjadi Direktur Program Pascasarjana, dibantu asisten direktur bidang akademik dan riset, administrasi dan keuangan, serta kerja sama dan pengembangan.
Prof. Dr. Ir. M. Natsir Nessa, MS menjabat Direktur Program Pascasarjana, dibantu Prof. Dr. Sumarwati Kramadibrata Poli, M.Lit. (Asisten Direktur I) dan Prof. Dr. Aminuddin Salle, SH, MH (Asisten Direktur II).
Sebagai Sekolah Pascasarjana, lembaga ini dipimpin Dekan Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang kemudian terpilih menjadi Rektor Universitas Hasanuddin.
Sekolah Pascasarjana Unhas dipimpin Dekan Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dengan visi menjadi pusat pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berbasis Benua Maritim Indonesia.
Dua dekade setelah dirintis, pendidikan pascasarjana Unhas telah menghasilkan 275 Doktor, 7.370 Magister, dan 804 Dokter Spesialis, dengan 32 program studi Magister (S2) dan 8 program studi Doktor (S3). Pertumbuhan ini didorong oleh makin banyaknya dosen Unhas yang kembali dari studi di dalam maupun luar negeri, serta tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.
Kerja sama juga terjalin dengan berbagai lembaga luar negeri, antara lain Virginia Commonwealth University, Cornell University, dan University of Cincinnati (Amerika Serikat), The British Council dan University of Manchester (Inggris), Technical University of Berlin (Jerman), University of Guelph (Kanada), Regional English Language Centre (Singapura), serta University of Newcastle (Australia), dalam bentuk pertukaran dosen, program sandwich, dan beasiswa.
Kini Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin telah meluluskan lebih dari 25.000 Magister dan 2.300 Doktor, dan terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan riset pascasarjana di kawasan timur Indonesia.

Danau kampus Unhas Tamalanrea. Foto: Imingphotography / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Ketik minimal 2 karakter lalu tekan Enter