Diskusi Mendalam "Good Laboratory Practice", SPs UNHAS Hadirkan Lab Manager University of Antwerp Belgia
MAKASSAR, 23 Oktober — Keandalan hasil penelitian molekuler tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan instrumen, tetapi juga oleh ketelitian setiap tahapan kerja di laboratorium. Hal ini menjadi sorotan dalam kegiatan Guest Lecture yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs UNHAS) secara hybrid di Aula Prof. Dr. Ir. Fachruddin, Jumat, 23 Oktober 2026, kegiatan ini menghadirkan Natalie Van Houtte, Lab Manager pada Evolutionary Ecology Group, University of Antwerp, Belgia, dengan Peter Lilly, Ph.D., sebagai moderator.
Dalam diskusi tersebut, Natalie menempatkan Good Laboratory Practice (GLP) sebagai fondasi yang menentukan integritas proses penelitian, bukan sekadar kumpulan aturan yang harus dipenuhi oleh personel laboratorium.
“Good Laboratory Practice bukan sekadar aturan, melainkan fondasi untuk memastikan integritas dan akurasi dari setiap hasil riset molekuler yang kita hasilkan,” jelas Natalie.
Pandangan tersebut membawa pembahasan pada hal-hal yang kerap terlihat sebagai rutinitas, tetapi memiliki konsekuensi besar terhadap mutu penelitian. Penggunaan alat pelindung diri, penilaian risiko, pencatatan aktivitas melalui buku log, kebersihan ruang kerja, hingga pengelolaan limbah merupakan bagian dari sistem kerja yang saling berkaitan untuk menjaga keselamatan dan meminimalkan risiko kontaminasi.
Ketelitian yang sama diperlukan dalam menangani sampel. Natalie menguraikan alur kerja yang mencakup pengambilan, pelabelan, preservasi, pemrosesan, hingga pelaporan hasil. Dokumentasi setiap tahapan menjadi penting agar riwayat penanganan sampel dapat ditelusuri dan kualitasnya tetap terjaga hingga analisis akhir.
Sebelum sampel memasuki tahap pemeriksaan lebih lanjut, kontrol kualitas turut memegang peranan penting. Natalie membahas penggunaan instrumen seperti NanoDrop dan Qubit untuk membantu mengukur konsentrasi serta kemurnian sampel. Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah untuk menilai kesiapan sampel sebelum digunakan dalam analisis molekuler.
Bagi SPs UNHAS, pembahasan tersebut berkaitan langsung dengan upaya memperkuat mutu penelitian dan membangun praktik laboratorium yang sesuai dengan standar internasional. Hal ini juga disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SPs UNHAS, Prof. Dr. Ir. Nadiarti Nurdin Kadir, M.Sc., yang hadir mewakili Dekan SPs UNHAS, Prof. Sukri Palutturi, S.K.M., M.Kes., Ph.D.
“Materi yang dibawakan hari ini sangat relevan dengan kebutuhan kita di UNHAS untuk meningkatkan standar laboratorium ke taraf internasional, terutama dalam memastikan setiap hasil riset molekuler memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Rangkaian pembahasan ini memperlihatkan bahwa kualitas penelitian tidak hanya bergantung pada temuan akhir, tetapi juga pada konsistensi prosedur, ketepatan dokumentasi, dan kemampuan menjaga mutu sampel sepanjang proses. Praktik yang tertata membantu peneliti menelusuri tahapan kerja sekaligus memperkuat dasar untuk mempertanggungjawabkan hasil yang diperoleh.


