MAKASSAR — Terjadi hanya dalam hitungan detik di berbagai belahan dunia serangan stroke kini menjadi krisis kesehatan publik yang tidak hanya mengancam jiwa, tetapi juga memicu disabilitas jangka panjang serta beban ekonomi yang masif. Berdasarkan data World Stroke Organization (WSO) dan World Health Organization (WHO), sekitar 11,9 juta hingga 12,2 juta kasus stroke baru terjadi setiap tahunnya.
Stroke merupakan ancaman neurologis kuno yang dampaknya kian teramplifikasi oleh pola hidup sedenter (kurang bergerak), nutrisi yang buruk, serta lonjakan gangguan metabolik di era modern.
Merespons urgensi global tersebut, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs UNHAS) menginisiasi kuliah tamu (guest lecture) internasional bertajuk “Stroke Prevention and Control” yang digelar secara daring melalui platform Zoom pada Senin, 7 September 2026 pukul 15.00 WITA.

Kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum ini dibuka secara resmi melalui sambutan (welcome speech) oleh Dekan SPS UNHAS, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH, Ph.D.serta dipandu oleh Dr. Wahyuni Salewe, S.ST., M.Kes. selaku moderator dari dosen SPs UNHAS.
Guest Lecture ini menghadirkan narasumber utama Dr. Michel-Elie Bachour, dokter spesialis penyakit dalam (Internal Medicine) dari St George’s University Hospital London, Inggris. Dr. Bachour memiliki rekam jejak akademis dan klinis yang kuat, termasuk pengalaman lebih dari satu tahun di unit stroke tersier Kent and Canterbury Hospital, Inggris. Selain aktif dalam penelitian kesehatan, Dr. Bachour juga berpengalaman selama lebih dari 8 tahun sebagai instruktur dan penyedia Advanced Life Support (ALS UK).

Dalam pemaparannya yang berjudul “Cerebrovascular Stroke: An Ancient Threat in a Modern Life, Decoding Risk Factors to Prevent Strokes”, Dr. Bachour menguraikan patofisiologi stroke serta pembagian dasarnya ke dalam dua subtipe utama, yaitu iskemik (ischaemic) akibat penyumbatan dan pendarahan (haemorrhagic).
Sebagai langkah diseminasi kesehatan bagi masyarakat awam, beliau menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal serangan secara cepat melalui kerangka BE-FAST (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time).

Dr. Bachour juga memperingatkan dampak buruk stroke yang dapat merusak kualitas hidup penderitanya dalam jangka panjang, seperti disabilitas fisik berat, penurunan fungsi kognitif, hingga gangguan psikologis. Ternyata, dampak yang ditimbulkan stroke juga memberikan tekanan ekonomi dalam kategori berat bagi sistem layanan kesehatan maupun perekonomian nasional di seluruh dunia.
Meskipun berdampak fatal, Dr. Bachour menegaskan bahwa sebagian besar faktor risiko stroke yang dipicu oleh gaya hidup sebenarnya dapat diatasi.
“Mitigasi risiko yang didorong oleh gaya hidup melalui optimalisasi nutrisi, peningkatan aktivitas fisik, dan skrining kardiovaskular sejak dini merupakan benteng pertahanan paling efektif dalam mencegah kejadian stroke primer maupun berulang,” ungkapnya dalam pemaparan materi tersebut.
Melalui pelaksanaan kuliah tamu ini, Sekolah Pascasarjana UNHAS terus menunjukkan komitmennya dalam menjembatani literasi medis tingkat tinggi dengan kebutuhan edukasi masyarakat luas demi mendorong kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat.

