MAKASSAR—Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu dan evaluasi berkelanjutan. Salah satunya melalui pelaksanaan Workshop Pengisian Laporan Evaluasi Diri dan Pemenuhan Dokumen Mutu yang melibatkan unsur pimpinan, program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga tim penginput data Audit Mutu Internal (AMI) di Ruangan Rapat GB  Lantai 2 SPs UNHAS, Rabu (9/9/2026).

Workshop ini menjadi ruang koordinasi dan penyamaan persepsi bagi seluruh unsur terkait dalam proses penyusunan laporan evaluasi diri serta pemenuhan dokumen mutu. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH., Ph.D. yang merupakan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi, Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos.,M.Si., Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi, Evi Aprianti, ST., Ph.D., ketua program studi S2 dan S3, dosen, tenaga kependidikan, hingga tim admin penginput data AMI. Keterlibatan lintas unsur tersebut dapat menjadi penekanan bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab bersama.

Dalam arahannya, Dekan SPs Unhas, Prof. Sukri Palutturi, menekankan bahwa upaya menjaga mutu tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan dokumen, tetapi juga menyangkut integritas dan tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari institusi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menjaga integritas dalam publikasi ilmiah. Prof. Sukri mengingatkan sivitas akademika untuk menghindari jurnal predator karena praktik tersebut tidak hanya berpotensi merugikan mahasiswa, tetapi juga dapat berdampak terhadap reputasi program pascasarjana dan Universitas Hasanuddin secara keseluruhan.

“Hindari jurnal predator. Bukan hanya merusak mahasiswa, tapi merusak kita semua, merusak Pascasarjana, merusak Unhas.”

Pesan tersebut menunjukkan bahwa penguatan budaya mutu perlu berjalan beriringan dengan pembangunan budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas.

Selain integritas dalam publikasi, Prof. Sukri juga menyinggung pentingnya penguatan kapasitas dosen, termasuk dosen muda. Ia mendorong para dosen muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan bangkit membangun kapasitas akademiknya. Yang tidak kalah penting adalah ikhlas dalam bekerja, saat peran dan amanah dijalankan dengan hati yang ikhlas maka kedepannya hasilnya akan berdampak yang lebih baik lagi. 

Dalam konteks proses pembelajaran, Gugus Penjaminan Mutu (GPM) juga akan memberikan dukungan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran dapat terus diperkuat melalui perangkat akademik yang baik.

Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen evaluasi diri dan mutu, tetapi menjadi bagian dari proses membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan SPs Unhas. Melalui penguatan integritas akademik, peningkatan kapasitas dosen, serta kerja bersama yang dilandasi tanggung jawab dan keikhlasan, SPs Unhas terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang berkualitas dan berintegritas.

Kategori:

Post Graduate University of Hasanuddin

Unlock your full potential and build the confidence and capabilities needed to take your career to the next level with our post graduate program.