
MAKASSAR— Menghadirkan akademisi sekaligus peneliti dari Food Security Research Laboratory, Universiti Malaysia Sabah (UMS), Assoc. Prof. Dr. Mansoor Abdul Hamid, sebagai narasumber utama, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin mengadakan Guest Lecture dengan tema “Food Innovation from Underutilized Agriculture Materials: Food Security Solution Approach” untuk membedah strategi pengolahan limbah pertanian menjadi produk pangan fungsional bernilai ekonomis tinggi. Forum ilmiah hibrid ini dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026 pukul 10.00 WITA di Aula Prof. Dr. Ir. Fachruddin SPs UNHAS serta disiarkan secara daring melalui zoom.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan (welcome speech) oleh Wakil Dekan SPs UNHAS, Prof. Dr. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., Ph.D., dan dimoderatori oleh Dr. Andi Muliarni Okasa, S.P. Dalam sambutan pembukanya, Prof. Dr. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., Ph.D. menegaskan bahwa SPs UNHAS berkomitmen untuk terus memfasilitasi diskusi akademik berstandar global. Kolaborasi bersama peneliti dari Malaysia ini diharapkan dapat membuka jalan riset aplikatif bagi sivitas akademika dalam merespons krisis ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan.
“We hope valuable insight and encourage collaboration between UNHAS and Universiti Malaysia Sabah (UMS)” said Prof Marhaen.
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Mansoor Abdul Hamid menjelaskan bahwa pada komoditas buah-buahan lokal seperti nangka, pisang, dan mangga, masyarakat umumnya hanya mengonsumsi bagian daging buah yang porsinya hanya berkisar 20% hingga 30% dari total berat. Sisanya sebesar 70% hingga 80% berupa kulit dan biji sering kali berakhir sebagai limbah.
“Melalui pendekatan Waste to Wealth, limbah organik pertanian tersebut diolah kembali menjadi bahan baku pangan yang aman, murah, serta kaya akan senyawa fungsional seperti antioksidan, serat pangan, dan protein,” jelas Dr. Mansoor.
Di akhir paparannya, Dr. Mansoor menekankan bahwa inovasi pangan berbasis bahan lokal ini memberikan manfaat multi-sektor. Selain memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ketersediaan asupan bernutrisi, pemanfaatan bahan sisa ini turut memberi nilai tambah ekonomi bagi petani dan pelaku industri pangan, sekaligus membantu menjaga lingkungan dari pencemaran sampah organik.
Penyelenggaraan kuliah tamu ini kembali menunjukkan komitmen Sekolah Pascasarjana UNHAS dalam mendorong sinergi antara sains, peningkatan ekonomi masyarakat, serta kelestarian lingkungan secara berkelanjutan

