
MAKASSAR — Masifnya alih fungsi lahan akibat ekspansi pertanian dan pesatnya urbanisasi kini secara nyata mengubah siklus air alami serta meningkatkan risiko banjir perkotaan. Merespons krisis lingkungan tersebut, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs UNHAS) menggelar kuliah tamu daring (Online Guest Lecture) bertema “Coving Water and Environmental Engineering” untuk membedah pengelolaan air terpadu berbasis teknik sipil serta solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions). Forum ilmiah yang disiarkan via Zoom pada Senin, 21 September 2026 pukul 11.00 WITA ini menghadirkan Koordinator Program Teknik Sipil University of KwaZulu-Natal (UKZN) Afrika Selatan, Prof. Dr. Muthukrishna Vellaisamy Kumarasamy, dibuka secara resmi oleh Dekan SPs UNHAS Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., Ph.D., dan dimoderatori oleh Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si. yang dihadiri oleh 77 peserta daring baik dalam maupun luar negeri.
Dalam sambutannya (welcome speech), Dekan SPs UNHAS Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., Ph.D. menegaskan komitmen SPs UNHAS untuk terus hadir sebagai wadah diskusi ilmiah yang progresif dan berdampak. Prof. Sukri menyampaikan bahwa SPs UNHAS ingin konsisten menghadirkan para pakar dan ilmuwan internasional untuk berbagi pengalaman serta keahlian mereka dalam memecahkan berbagai permasalahan nyata di tengah masyarakat termasuk krisis lingkungan dan risiko kebencanaan yang kian kompleks.

Melalui kuliah tamu ini, Prof. Muthukrishna Vellaisamy Kumarasamy memaparkan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana intervensi manusia mengubah kondisi hidrologi wilayah. Pemahaman mendalam atas dinamika ini menjadi krusial agar pembuat kebijakan dan praktisi lingkungan dapat merancang strategi mitigasi yang lebih adaptif.
Dalam penanganannya, pendekatan konvensional berupa infrastruktur fisik semata dinilai tidak lagi cukup. Diperlukan sinergi antara pendekatan teknik sipil (civil engineering) dan rekayasa ilmu lingkungan (environmental science) yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penerapan solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions). Metode ini memadukan infrastruktur hijau seperti restorasi daerah aliran sungai (DAS), pembuatan ruang terbuka hijau, dan sistem drainase ramah lingkungan dengan rekayasa sipil modern untuk menahan serta mengelola debit air secara alami sebelum menimbulkan bencana banjir.
Penyelenggaraan Online Guest Lecture ini menegaskan peran strategis SPs UNHAS dalam memperluas ruang dialog akademis lintas negara guna merespons tantangan lingkungan global. Diskusi ilmiah yang melibatkan akademisi, peneliti, serta praktisi ini diharapkan dapat melahirkan gagasan inovatif serta memperkuat kapasitas bersama dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana yang berkelanjutan

