MAKASSAR — Sebanyak 66 lulusan jenjang magister (S2) dan doktor (S3) Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) mengikuti Yudisium Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Senin (7/9/2026), di Aula Prof. Dr. Ir. Fachrudin SPs Unhas. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WITA.

Yudisium menjadi momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan proses pendidikan di Sekolah Pascasarjana Unhas. Kegiatan tersebut dihadiri Dekan SPs Unhas Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Nadiarti, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Prof. Dr. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPM-PR) Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Hasanuddin, serta pembacaan doa. Agenda dilanjutkan dengan sambutan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Pascasarjana Unhas dan sambutan Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas.
Dalam sambutannya, Dekan SPs Unhas Prof. Sukri Palutturi menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik. Gelar yang diperoleh para lulusan, menurutnya, merupakan bukti ketangguhan dan komitmen yang telah mereka tunjukkan selama menjalani proses pendidikan.
“Hari ini adalah momentum istimewa, bukan sekadar seremonial, namun gelar yang melekat adalah bukti ketangguhan dan komitmen para lulusan,” ujar Prof. Sukri.
Ia juga mengingatkan para lulusan mengenai tantangan yang akan dihadapi di tengah era transformasi yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Menurutnya, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab dan kesadaran etis.
Prof. Sukri mendorong para lulusan untuk menjadi agen perubahan dengan tetap mempertahankan sikap kritis dan tanggung jawab.
“Jadilah agent of change tanpa kehilangan kritis dan tanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Pengurus IKA Sekolah Pascasarjana Unhas Dr. Muh. Iqbal Suhaeb, S.E., MT., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan atas pencapaian akademik yang diraih.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister dan doktoral merupakan hasil dari proses panjang yang diwarnai perjuangan, kelelahan, dan komitmen akademik.

“Alhamdulillah kita menyaksikan program bersejarah. Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya. Ini tentu puncak dari perjuangan, kelelahan, serta komitmen akademik,” ungkap Dr. Iqbal.
Bagi para lulusan, yudisium juga menjadi penanda berakhirnya satu fase perjalanan akademik yang tidak selalu mudah. Eka Darmawati, lulusan Kebidanan angkatan 2024, misalnya, harus beradaptasi dengan lingkungan akademik yang baru setelah datang dari Kotabaru, Kalimantan Selatan.
“Karena saya berasal dari Kotabaru, Kalimantan Selatan, awalnya cukup beradaptasi dengan sistem kuliah di Unhas. Tapi alhamdulillah dibantu sama teman-teman di sini. Terharu sekali, tidak menyangka sudah ada di tahap yudisium,” tutur Eka.
Pengalaman berbeda disampaikan Dedi Nurhidayat, lulusan Biomedik angkatan 2024. Sebagai mahasiswa afirmasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Dedi harus menjalani perkuliahan dengan membagi waktu antara Unhas dan Papua, termasuk ketika perkuliahan mengharuskannya hadir secara luring.
“Saya di sini merupakan mahasiswa afirmasi, utusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Papua. Jadi nyambi, kadang di sana, terus ke sini lagi kalau memang perkuliahannya harus luring,” ujarnya.
Bagi Dedi, menyelesaikan pendidikan sambil bekerja menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, momentum yudisium menjadi pengalaman yang penuh rasa syukur baginya.
“Perasaan hari ini alhamdulillah, tidak menyangka saja karena sambil kerja, sambil kuliah tentu lebih sulit lagi. Jadi ya bersyukur sekali,” kata Dedi.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium sekaligus pengumuman dan pemberian penghargaan kepada lulusan/wisudawan terbaik. Selanjutnya, 66 lulusan mengikuti prosesi yudisium dan pengukuhan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan nama-nama calon wisudawan kepada Ketua IKA, pesan dan kesan perwakilan lulusan, serta foto bersama sebelum ditutup dengan sesi ramah tamah.
Yudisium tersebut menjadi penanda bagi 66 lulusan untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Pascasarjana Unhas, dengan membawa pengalaman dan kompetensi akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

